
Meski merupakan salah satu bagian terkeras dari tubuh manusia, nyatanya gigi retak atau patah tetap dapat terjadi dan mengundang rasa sakit dan ngilu.
Durasi munculnya rasa sakit memang tidak lama, cenderung datang dan pergi. Biasanya rasa sakit tersebut muncul saat mengunyah atau mengkonsumsi hidangan yang panas atau dingin.
Penyebab gigi bisa retak sendiri bisa karena berbagai alasan. Salah satu contoh paling umum yaitu akibat trauma benturan saat kecelakaan atau berolahraga. Sekilas keretakannya bisa dilihat oleh mata. Namun, pada beberapa kasus harus diperiksa lebih teliti oleh dokter gigi dengan bantuan alat khusus.
Penanganannya tergantung kondisinya. Untuk memberikan penilaian yang akurat, dokter gigi akan bertanya kepada pasien seputar gejala dan penyebabnya. Setelah itu, barulah dilakukan pemeriksaan gigi dan rontgen. Selanjutnya, dokter gigi akan menentukan penanganan yang sesuai untuk kasus yang ada.
Meski rasa sakit yang muncul tidak terlalu menyiksa, namun retak pada gigi jangan disepelekan. Karena dapat membawa konsekuensi berbahaya. Jika dibiarkan, keretakan itu bisa berkembang lebih besar dan merusak jaringan gigi lebih dalam.
Kondisi ini dapat menyebabkan kematian pulpa gigi, yaitu jaringan lunak di dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Kematian pulpa dapat membuka jalan bagi bakteri untuk masuk ke gigi dan menyebabkan infeksi.
Infeksi inilah yang jadi sumber penyebab terjadinya abses gigi atau kumpulan nanah di sekitar gigi. Lambat laun abses ini dapat menyebar ke tulang rahang dan berbahaya bagi kesehatan Anda secara keseluruhan.
Penanganan Gigi Retak
Selain trauma akibat kecelakaan, gigi retak bisa dicegah dengan menghindari kebiasaan buruk seperti mengunyah makanan yang terlalu keras atau menggertakkan gigi. Namun bagi yang terlanjur mengalami kondisi gigi retak, jangan ragu konsultasi ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan sebagai berikut:
Tambal gigi
Jika gigi yang retak tidak terlalu besar, dokter gigi akan melakukan penambalan gigi. Bahan tambalan yang digunakan terbuat dari komposit yang sewarna dengan gigi asli. Selain memperbaiki fungsi gigi, tambalan ini juga memperbaiki tampilan gigi, terutama bila retak pada bagian depan.
Crown Gigi
Jika retaknya parah, crown gigi bisa jadi solusi yang tepat. Crown gigi adalah pemasangan selubung yang menutupi bagian gigi yang rusak. Cara ini membantu melindungi gigi dari kerusakan lebih lanjut dan mengembalikan kekuatan serta fungsi gigi.
Crown gigi umumnya terbuat dari porselen, logam, atau kombinasi keduanya. Dengan crown gigi, kalian bisa memastikan gigi kembali mendapatkan perlindungan maksimal seperti aslinya.
Cabut gigi
Jika kerusakannya sudah terlalu parah dan tidak bisa dirawat, maka jalan terakhir yang bisa dilakukan yaitu pencabutan gigi. Terlalu parah dalam kasus ini yaitu keretakan sudah mencapai akar gigi atau terjadi retak vertikal dari puncak gigi hingga ujung akar gigi.
Prosedur ini harus dilakukan agar tidak muncul infeksi serta komplikasi lebih lanjut. Setelah gigi dicabut, kalian bisa mempertimbangkan mengganti gigi yang hilang dengan melakukan implan gigi untuk menjaga kesehatan mulut dan fungsi gigi.
Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai perawatan gigi retak, chat Wibowo Dental Clinic di sini : 0811 285 6161
Wibowo Dental Clinic
Hubungi kami dan dapatkan perawatan
terbaik pada gigi Anda