Kenali Perbedaan Gigi Aus, Gigi Patah, dan Erosi Gigi

Gigi Aus Erosi Gigi

Masalah pada gigi tidak selalu muncul dalam bentuk sakit gigi yang hebat. Banyak pasien datang ke klinik gigi dengan keluhan gigi tampak lebih pendek, retak, atau terasa ngilu tanpa tahu penyebab pastinya. Tiga kondisi yang paling sering terjadi adalah gigi aus, gigi patah, dan erosi gigi. Meski terlihat mirip, ketiganya memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda. Yuk, kita bahas satu per satu dengan bahasa yang santai tapi tetap informatif.

Gigi Aus: Proses yang Terjadi Perlahan

Gigi aus adalah kondisi terkikisnya permukaan gigi secara bertahap akibat gesekan yang terjadi terus-menerus. Biasanya, gigi aus dialami oleh orang yang memiliki kebiasaan menggemeretakkan gigi (bruxism), sering mengunyah satu sisi, atau memiliki susunan gigi yang tidak rata.

Ciri khas gigi aus adalah permukaan gigi terlihat lebih rata, gigi tampak lebih pendek, dan terkadang muncul rasa ngilu terutama saat minum dingin. Karena prosesnya perlahan, banyak orang tidak menyadari bahwa giginya sedang mengalami keausan hingga kondisinya cukup parah.

Jika dibiarkan, gigi aus dapat memengaruhi fungsi kunyah dan estetika senyum. Di Wibowo Dental Clinic Surabaya, penanganan gigi aus bisa disesuaikan dengan tingkat keparahannya, mulai dari perawatan pelindung gigi hingga restorasi seperti veneer atau crown.

Gigi Patah: Terjadi Secara Mendadak

Berbeda dengan gigi aus, gigi patah biasanya terjadi secara tiba-tiba. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti menggigit makanan keras, benturan akibat kecelakaan, jatuh, atau kebiasaan membuka kemasan dengan gigi.

Gigi patah bisa ringan (retak kecil) hingga parah (patah hingga ke akar). Gejalanya sering kali langsung terasa, seperti nyeri, sensitivitas tinggi, atau bagian gigi yang terasa tajam di lidah. Dalam kondisi tertentu, gigi patah juga bisa menyebabkan infeksi jika bagian dalam gigi terbuka.

Penanganan gigi patah harus dilakukan sesegera mungkin. Berdasarkan informasi perawatan di implangigisurabaya.com, solusi yang ditawarkan bisa berupa penambalan estetik, crown, hingga implan gigi jika kerusakan sudah sangat parah.

Erosi Gigi: Akibat Paparan Asam

Erosi gigi terjadi karena lapisan email gigi terkikis oleh zat asam, bukan karena gesekan. Asam ini bisa berasal dari makanan dan minuman seperti soda, jus jeruk, kopi, atau dari asam lambung pada penderita GERD. Ciri erosi gigi antara lain permukaan gigi terlihat lebih tipis, transparan, mudah ngilu, dan warna gigi tampak lebih kekuningan. Jika terus berlanjut, erosi gigi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada struktur gigi.

Mengurangi konsumsi makanan asam dan menjaga kebersihan mulut sangat penting untuk mencegah erosi. Namun, jika sudah terjadi, perawatan profesional di klinik gigi menjadi solusi terbaik.

Jangan Anggap Sepele Perubahan pada Gigi

Gigi aus, gigi patah, dan erosi gigi memang terlihat serupa, tetapi penyebab dan penanganannya sangat berbeda. Mengenali perbedaannya sejak dini akan membantu mencegah kerusakan yang lebih parah dan menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang.

Selain memahami perbedaannya, penting juga untuk diingat bahwa ketiga kondisi ini sering kali saling berkaitan. Gigi aus yang dibiarkan dapat membuat struktur gigi semakin lemah dan berisiko patah, sementara erosi gigi dapat mempercepat keausan karena lapisan email semakin menipis.

Oleh karena itu, pemeriksaan gigi secara rutin sangat disarankan agar masalah dapat terdeteksi lebih awal dan ditangani dengan metode perawatan yang tepat sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

Jika kalian mengalami salah satu masalah di atas? Jangan dibiarkan! Semakin cepat ditangani, semakin baik hasilnya. Wibowo Dental Clinic di Surabaya siap membantu mengatasi segala masalah kesehatan gigi Anda dengan tim dokter gigi berpengalaman dan peralatan modern. Dari perawatan gigi aus, penanganan gigi patah, hingga solusi untuk erosi gigi, semua tersedia di sini! Untuk konsultasi mengenai  permasalahan gigi dan mulut, Hubung Wibowo Dental Clinic di sini

Scroll to Top